Situasi Bulan Puasa Di 4 Negara Yang Mayoritas Non Muslim

1.Israel

via portal-dunia.com

Seperti yang kita tahu, Islam adalah minoritas di Israel, yaitu hanya sekitar 16.9 persen dari total penduduk Israel atau setara 1.5 juta warga. Tapi ternyata negara ini menyambut baik para Muslim di negara mereka. Gak kebayang kan? Dulu mereka terkungkung, sekarang pemerintah Israel makin memudahkan akses bagi mereka untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, tanpa harus meminta ijin terlebih dahulu. Pemerintah memberikan akses kepada 100 penduduk yang tinggal di Gaza supaya bisa sholat setiap Jumat. Waktu penyeberangan di Tepi Barat juga diperpanjang. Sungguh berkah Ramadhan yang indah.

2.Rusia

via rakalive1.blogspot.com

Walau minoritas, puasa di Rusia masih tergolong menyenangkan. Umat Islam bisa menemukan banyak Masjid, makanan halal dan juga acara buka puasa bersama. Salah satunya adalah Masjid Yarjam di Utara Moskow yang selalu ramai saat bulan Ramadhan. Banyak bazar dadakan yang jualan buku-buku Islami untuk memperdalam ibadah kamu, juga souvenir dan kopiah yang hampir terdapat di setiap masjid di Rusia. Makanan dan minuman buka puasanya pun khas banget. Ada Khingals, roti yang diisi dengan keju, dan Galnash, roti dari gandum. Ada juga minuman khas hasil fermentasi yang disebut Kvass, tapi gak mengandung alkohol. Tiap buka puasa, ada tradisi untuk mengundang Imam untuk berbuka puasa bersama. Mereka yang hadir, termasuk anak-anak, wajib baca beberapa ayat Al-Quran. Lalu setelah itu, sang Imam akan memberikan pengajaran.

Umat Muslim di Rusia mengandalkan aplikasi pengingat waktu sholat, waktu buka puasa dan sahur. Ini yang membuat umat Islam di Rusia selalu taat dan disiplin tiap kali bulan puasa tiba. Iman pun ditempa untuk jadi lebih baik. Rasanya menyenangkan bisa menjalani puasa di negara minoritas tapi dengan kerukunan yang terjaga. Apalagi suhunya dingin, gak sepanas di Indonesia. Tapi yang gak menyenangkan cuma satu: durasi puasanya lama banget! Di Rusia, kamu harus kuat menjalani puasa selama 17 hingga 21 jam!via rakalieasdasdasdasd

Baca Juga  21 Tempat Paling Indah Didunia Untuk Di Kunjungi

3.China

via blog.misteraladin.com

Seperti yang udah kita tahu, China adalah negara komunis. Apalagi pemerintah China punya aturan yang mewajibkan semua siswa untuk wajib makan di siang hari dengan alasan kesehatan. Toko dan restoran halal pun harus tetap buka selama bulan puasa. Emang gak mudah menjalani puasa di China, apalagi di tahun 2017 ini durasi rata-rata puasanya adalah 16 jam per hari karena jatuh saat musim panas. Di saat ini, siang harinya bakal lebih lama dibanding malam hari. Pihak pengurus Masjid biasanya juga udah membagi-bagikan jadwal Imsakiyah secara cuma-cuma, yang udah disusun selama 30 hari.

Umat Islam di China juga punya tradisi unik yang biasa dilakukan di Masjid Niujie di Beijing. Mereka menyantap kue bulan, manisan yang biasanya dimakan saat Festival Kue Bulan, untuk berbuka puasa. Sementara itu, biasanya pihak Kedutaan Besar RI juga sering ngadain acara buka puasa bersama kok, untuk merangkul warga Indonesia yang tinggal atau sedang menjalani pendidikan di China.

4.Afrika Selatan

via berita.mediacorp.sg

frika Selatan hanya punya penduduk Muslim sejumlah 1-2 juta orang dari total populasi 50 juta. Tapi walaupun begitu, rasa solidaritasnya sangat tinggi, mulai dari sesama warga Muslim, warga Afrika Selatan, bahkan dari partai politik. Terbukti dari banyaknya acara buka puasa yang sering digelar dalam rangka nunjukin rasa solidaritas ini. Biasanya acara buka puasa bareng ini digelar di Masjid setempat.

Tantangannya adalah mempertahankan daya produktivitas mereka yang berpuasa. Beda dengan negara di Timur Tengah atau negara yang mayoritas penduduknya Muslim, Ramadhan gak mengubah pola kerja dan tidur mereka. Apalagi saat musim panas yang suhunya bisa mencapai 30 derajat lebih. Ditambah dengan kelembapan udara yang meningkat, dan masa puasa yang mencapai durasi 17 jam tergantung dari musimnya.

Baca Juga  Ada Penampakan Kuntilanak Saat Live Show Dangdut Academy 4. Bikin Merinding!

Tapi walaupun begitu, Ramadhan juga menimbulkan rasa murah hati di kalangan Muslim Afrika Selatan. Amal selalu diberikan dalam kelimpahan, dan dapur selalu mengepul. Tentu ini penting banget, mengingat di negara seperti Afrika Selatan, masih banyak orang yang kekurangan dan kelaparan.

Justru di negara-negara minoritas seperti ini, umat Islam bisa mendapatkan langsung esensi berpuasa yang penting, yaitu bisa menahan nafsu, menghargai orang lain, dan memupus ego individu atau kelompok. Inspiratif sekali ya pelajaran yang bisa didapatkan dari mereka yang tinggal di negara minoritas. Ini hanya satu dari 1001 Inspirasi Ramadhan yang bisa kamu dapatkan selama bulan puasa loh. Kamu bisa temukan kisah-kisah menarik lainnya

Photo by omaQ.org & Red Frame Memories Photo by Mohd Nooh A. Manap

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!

Tinggalkan Balasan